Green Look Me - Blogger Kere 2009

Green Look Me Adalah Seorang Blogger Kere Sejak Tahun 2009

Tampilkan postingan dengan label depok rawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label depok rawan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Februari 2015


Belakangan kasus kejahatan marak terjadi di Depok.
Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, belum angkat bicara terkait maraknya kasus kejahatan yang belakangan kerap terjadi di Kota Depok. Itu lantaran Nur Mahmudi dikabarkan masih di Amerika Serikat.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Depok, Nesi, tak banyak berkomentar terkait kepergian orang nomor satu di kota berikon belimbing dewa ini. "Iya, masih cuti. Masih di luar (negeri)," kata Nesi saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh kepada VIVA.co.id, Jumat 30 Januari 2015.

Sumber VIVA.co.id mengatakan, nyaris dua pekan Nur Mahmudi berada di Amerika. Belum diketahui secara pasti dalam rangka apa ia berada di sana. Tak jauh berbeda dengan Nesi, Kasubag Humas Pemkot Depok, Oding, juga mengakui jika pimpinannya itu berada di luar negeri. "Waduh kalau urusannya apa saya enggak tahu," katanya.

Belakangan, kasus kejahatan marak terjadi di Kota Depok. Di antaranya yang sempat meresahkan ialah kasus begal motor. Akibat kasus ini, Depok bahkan menjadi bulan-bulanan di jejaring sosial. Terkait hal itu pula, polisi meminta Pemerintah Depok untuk ikut melakukan koordinasi dan aktif dalam upaya pencegahan.

"Kami sedang berupaya berkoordinasi dengan Pemkot Depok. Mungkin nanti dengan Pak Wakil Wali Kota, sebab Pak Wali sedang tidak ada," kata Kabag Operasional Polresta Depok Komisaris Tri Yulianto.

Sedih Ia Walikota Depok malah senang-senang.
Depok rawan kejahatan, warga bikin surat terbuka kepada Nur Mahmudi. Selama bulan Januari 2015, dua aksi kejahatan begal terhadap pengendara sepeda motor terjadi di Depok. Tidak hanya membawa kabur kendaraan, pelaku juga tidak segan melukai bahkan hingga mencabut nyawa jika korbannya melawan.

Aksi begal pertama terjadi di Jalan Juanda, tak jauh dari lokasi pembangunan Tol Cijago, pada Jumat (9/1). Kejadian terakhir terjadi di depan Kampus BSI, Jalan Margonda, tak jauh dari terowongan gerbang masuk kota Depok pada Minggu (25/1) dini hari.

Aksi kejahatan sadis ini kemudian menjadi keprihatinan netizen yang kemudian dialamatkan kepada Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail. Sebuah petisi yang dibuat di situs change.org meminta walikota yang berasal dari PKS itu untuk memperhatikan infrastruktur jalan.

Selain kepada Nur Mahmudi, petisi tersebut juga ditujukan kepada Polresta Depok dan anggota DPRD Depok. Hingga Jumat (30/1), petisi yang dibuat sejak 27 Januari 2015 oleh akun Arie Putra telah ditandatangani oleh 1.490 pendukung.

Berikut isi petisi tersebut.

"Sebuah standar jalan raya yang aman dan ramah untuk semua pengendara harus segara dijadikan sebuah peraturan daerah di Kota Depok, mulai dari infrastruktur lampu jalan hingga jumlah personel keamanan. Dalam kurang dari satu bulan, dua nyawa sudah melayang akibat perampokan (begal) di Kota Depok. Dua minggu yang lalu, satu nyawa melayang di Jalan Juanda. Tadi malam (25 Januari 2015), satu nyawa melayang di Jalan Margonda di depan Kampus BSI. Selain itu, banyak sekali kasus-kasus yang tidak merenggut nyawa pengguna jalan raya. Satu bulan yang lalu, teman saya pulang ke kos-kosan dengan sebuah celurit yang menancap di punggungnya. Itu dialaminya karena mencoba kabur dari kelompok kriminal begal di jalan raya kota Depok. Hal ini merupakan efek dari pembangunan yang tidak merata. Lampu-lampu jalan dan aparat keamanan sangat terpusat pada tempat-tempat di mana bangunan-bangunan apartemen berada. Hal ini merupakan efek dari pembangunan kota Depok yang tidak memikirkan keamanan dari penghuninya."

Berita Kriminal Begal Motor di Depok kini menghantui warga Depok yang mayoritasnya adalah warga Urban. Muncul menjadi berita hangat setelah pimpinan kelompok begal sadis yang kerap beraksi di Depok tertangkap oleh Aparat Reserse Kriminal Polresta Depok.

Dalam beraksi, Masduki dan anak buahnya tidak segan mencabut nyawa korbannya jika mereka melakukan perlawanan.

Seperti dikutip poldametrojaya.info, Jumat (30/1), Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Agus Salim menjelaskan, dari pemeriksaan polisi, Masduki merupakan adik dari adik dari Mul, pelaku begal yang tewas saat penggerebekan di di rumah kontrakannya di kawasan Cilodong, Depok pada Rabu (28/1).

Kelompok Mul dan Masduki ini tercatat sudah dua kali membunuh korbannya. Selain di Depok, keduanya melakukan aksi kejahatan di wilayah Tangerang, Jakarta, Bekasi, hingga Bogor.

"Mereka ini tak hanya berulah di Depok, tetapi juga di sekitar Jakarta, Bogor, Bekasi dan Tangerang. Kami akan terus melakukan pengembangan untuk membekuk tersangka yang masih buron," kata Agus Salim.

Sebelumnya, Mul, satu dari empat pelaku begal motor di Depok ditembak mati petugas lantaran nekat melakukan perlawanan dalam sebuah penggerebekan di rumah kontrakan di kawasan Sukmajaya Depok, Selasa (27/1) dini hari tadi.

Hal itu dibenarkan Wakapolresta Depok, AKBP Irwan Anwar saat dikonfirmasi wartawan. Kendati demikian, sampai saat ini masih terus melakukan pengembangan karena sejumlah pelaku lainnya berhasil kabur dan kini tengah dalam pengejaran.

Penggerebekan itu sendiri dilakukan oleh aparat Reskrim Polresta Tangerang lantaran adanya pengembangan hingga ke wilayah Depok.
Hosting Super Cepat Indonesia KLIK DISINI