Green Look Me - Blogger Kere 2009

Green Look Me Adalah Seorang Blogger Kere Sejak Tahun 2009

Tampilkan postingan dengan label Green Technology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Green Technology. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 November 2015

Membaca kode model TV Sony

http://starprice.co.id/image.php?width=462&height=341&image=/news/news-148750280455c30a5f63667.jpeg
Sekarang kita coba membaca kode produk dari TV Sony. Produk yang memakai nama Bravia ini memiliki urutan kode yang menunjukan generasi keberapa TV tersebut. Sekarang kita bedah arti dari huruf dan angka dari kode TV sony ini :

KDL-40R350B

KDL : Menunjukan TV ini memiliki teknologi LCD.
40 : Ukuran layar dari produk tersebut. Angka 40 berarti TV ini memiliki ukuran layar 40 inci.
R : Menunjukan teknologi yang di pasang pada layar LCD. Teknologi yang terbaru menggunakan kode V,W,X dan Z. Kode R menunjukan teknologi yang digunakan adalah teknologi awal.
3 : Adalah seri dari TV tersebut. Seri 3 adalah seri entry level dengan fitur HD Ready dan freeview tuner yang standar. Berikutnya ada seri 4 sudah menggunakan resolusi Full HD dengan freeview tuner standar, seri 5 merupakan kelas menengah dengan fitur HD Ready didukung Smart TV dan built in WiFi, seri 6 adalah kelas menengah dengan fitur Full HD,seri 7 merupakan kelas premium dengan fitur 3D dengan motion rate yang lebih tinggi dan yang paling canggih saat ini adalah seri 8 dengan penambahan fitur Gorilla Glass screen dan sound system yang lebih baik.
50B : Menunjukan generasi dari produk. Biasanya generasi pertama menggunakan angka 000 di tiga angka terakhirnya. Produk diatas berarti pengembangan dari seri 3000
Setelah mempelajari kode-kode diatas, anda bisa mengartikan kode dari beberapa TV Sony ini : Sony 48 inci, Sony 50 inci, Sony 49 inci, Sony 55 inci

Sumber: Starprice
StarPrice.co.id situs perbandingan harga terlengkap

Membaca kode model TV Samsung produksi tahun 2010 -2015

http://starprice.co.id/image.php?width=462&height=341&image=/news/news-126223858755c1c89383451.jpg
Setelah sebelumnya kita membahas cara membaca kode TV LG, sekarang kita bahas merk lain yaitu Samsung. Merk ini cukup terkenal sebagai salah satu merk TV kelas atas dimana menyajikan banyak fitur untuk penggemarnya. Nah, beberapa fitur ini bisa diketahui melalui kode model yang di sematkan pada produk tersebut.
Sebagai contoh, kita pakai salah satu kode yang dipakai untuk TV Samsung yang di jual di salah satu toko online di Indonesia:

UA40H5003

Penjelasan :
U : Menerangkan ini TV dengan layar LED. Kode lain yang dipakai adalah P : Plasma, L : LCD dan K : OLED.
A : Menunjukan TV ini dibuat untuk kawasan Asia / Australia. Kode lain yang dipakai adalah N : North America (Amerika Utara) dan E : Europe (Eropa).
40 : Ukuran layar TV ini adalah 40 inci
H : Menunjukan tahun pembuatan TV ini adalah 2014. Untuk tahun 2015 Samsung memakai kode JS dan JU untuk resolusi 4K. Sedangkan tahun pembuatan 2014 dengan resolusi 4k memiliki kode HU. Tahun 2013 memakai kode F, 2012 kodenya E, D untuk produksi tahun 2011 dan C untuk tahun produksi 2010.
5003 : Merupakan nomor seri dari TV tersebut. Nomor ini juga bisa dipakai sebagai identitas produk.
Apabila anda menemukan ada huruf dibelakang 4 angka seri produk, itu menunjukan generasi dari produk tersebut. Misalnya 5003A atau 5003B, huruf A berarti generasi berikutnya dari produk seri 5003 ini. Perubahannya biasanya hanya seputar tampilan seperti misalnya warna bezel yang berubah dari hitam menjadi abu-abu. Demikian pula seri 5003B adalah perubahan dari 5003A dan seterusnya.
Setelah mengetahui cara membaca kode-kode ini, anda bisa membaca spek dari TV Samsung 32 inci, TV Samsung 40 inci, TV Samsung 55 inci,TV Samsung 65 inci, dan TV Samsung 78 inci ini tanpa kesulitan.

Sumber: Starprice
StarPrice.co.id situs perbandingan harga terlengkap

Membaca kode TV LG keluaran 2012 – 2015

http://starprice.co.id/image.php?width=462&height=341&image=/news/logo-505062655c06ded4e0ff.jpg
Dalam membeli tv sering kita merasa tidak mementingkan kode produk yang tertera pada barang yang kita pilih, padahal dengan melihat kode model produk terdapat informasi tahun pembuatan, ukuran layar, resolusi dan sebagainya. Pada TV merk LG, angka dan huruf yang dipakai sebagai kode model memberikan informasi cukup untuk mengetahui spesifikasi singkat dari produk tersebut, hal ini akan menghemat waktu dibanding membaca spesifikasi lengkap dari brosur. Kita contohkan tv LG yang dipilih memiliki kode sebagai berikut :

LG 32LB560D

Penjelasan :
32 : Ukuran layar adalah 32 inci. Ukuran layar selalu memakai angka
L : Menunjukan tipe layar tipe LED. Tipe U adalah tipe layar UHD, C untuk tipe LCD, E untuk tipe layar OLED dan P menunjukan tipe Plasma.
B : Kode tahun pembuatan, B adalah untuk tahun 2014. Produksi 2014 lainnya ditandai dengan huruf C. Produksi tahun 2015 memiliki kode huruf F dan G. Tahun 2013 huruf N dan A, 2012 huruf W,M dan S.
5 : Menunjukan seri dari TV tersebut. Seri 5 berarti TV ini memiliki ukuran layar sampai 50 inci non 3D. Seri lainnya adalah : Seri 4 untuk TV dengan ukuran layar kecil, seri 6 untuk TV dengan fitur 3D dengan ukuran sampai 60 inci, seri 7 mirip dengan seri 6 dengan penambahan fitur seperti tampilan dinamik, seri 8 mirip dengan seri 7 dengan penambahan fitur seperti kamera dan aplikasi Skype, seri 9 mirip dengan seri 8 dengan ukuran layar 80 – 100 inci.
6 : Menunjukan nomor seri dari TV, semakin tinggi serinya semakin banyak tambahan fiturnya.
0 : Menunjukan perubahan / modifikasi dari model tersebut. Apabila angka 0 berarti masih desain awal. Perubahan biasanya hanya kecil saja seperti warna rangka atau kaki.
D : Menunjukan tipe digital tuner beserta tipe matrix yang dimiliki TV tersebut. Kode lain nya seperti U atau B menunjukan tipe matrix resolusi HD.
Pada TV LG produksi tahun 2015 kode yang dipakai adalah huruf F. Meski demikian, pada TV keluaran tahun 2015 ada kode lain yang yang perlu diperhatikan seperti :
EG : Untuk TV yang menggunakan teknologi Curve dan OLED dengan resolusi 4K
UF : TV flatscreen dengan resolusi 4K (UHD)
LF : Untuk TV dengan resolusi Full HD
Sementara untuk LG keluaran tahun 2014 kebanyakan menggunakan huruf B dengan variasi seperti berikut :
UB : Untuk TV dengan resolusi 4K
LB : Untuk TV dengan resolusi Full HD
UC : Untuk model Curve TV
EC : Untuk TV dengan layar teknologi OLED
Dengan mengetahui arti kode dari masing-masing TV, kita sudah bisa mengetahui spesifikasi dari TV tersebut tanpa harus membaca buku manualnya. Coba anda terapkan cara membaca kode diatas untuk TV LG 32 inci, LG 40, LG 42, LG 43, LG 42, dan LG 49 inci ini.

Sumber: Starprice
StarPrice.co.id situs perbandingan harga terlengkap
Bersepeda turun gunung, arung jeram, menyelam, panjat tebing, atau pun berlari lintas alam. Banyak macam olahraga mau pun aktivitas ekstrem kini jadi lebih leluasa untuk diabadikan berkat keberadaan action camera di pasaran. Dirunut ke belakang, tren tersebut kian dipicu oleh munculnya action camera bermerk GoPro. Belakangan, berbagai action camera lainnya pun bisa menjadi pilihan untuk menemani aktivitas ekstrem Anda.

Polaroid Cube
Mengamini namanya, Polaroid Cube hadir dalam bentuk kubus yang imut (1,4x1,4 inci). Meski begitu, kamera ini mampu menghasilkan gambar dengan sudut pandang hingga 120 derajat. Kemampuan rekam videonya juga memiliki kualitas Full HD 1080p pada 30fps. Tak seperti action camera lainnya yang dilengkapi dengan lubang tripod, Polaroid Cube justru dilengkapi lempengan magnet sehingga mudah untuk ditempelkan pada permukaan besi. Bahan karet yang mengemas bodinya membuat kamera ini tahan benturan dan anti air hingga kedalaman dua meter. Walau harganya paling murah, namun kualitasnya sangat mumpuni. Harga Rp 1,2 juta.

Xiaomi Yi
Membicarakan harga murah, maka action camera kelahiran China ini perlu dilirik. Dengan pilihan warna yang bakal disukai para hipster dan tampilan bak kamera mainan, Xiaomi Yi mampu mengambil gambar dengan sudut pandang mencapai 155 derajat. Sementara, kemampuan rekam video memiliki pembagian kualitas 1080p, 960p, 720p, dan 480p. Pilihan travel edition bakal memberikan bonus tongkat narsis (tongsis). Memiliki dimensi 2,36x0,83x1,65 inci, kamera ini dilengkapi dengan pilihan konektivitas via Bluetooth 4.0 dan Wi-Fi. Ketiadaan layar diakali dengan sebuah app yang dapat di-install pada gadget Android/iOS. Harga Rp 1,3 juta. Cek harga terbaru atas berbagai kebutuhan Anda terkait kamera ini.

Panasonic HX-A1
Di saat action camera lainnya hadir dalam bentuk persegi, Panasonic malah memilih bentuk silinder yang compact. Untuk bertualang di bawah air, kamera ini nyatanya hanya tahan hingga kedalaman 1,5 meter tanpa perangkat atau pun casing tambahan. Sebaliknya, kamera ini mampu bertahan pada suhu ekstrem, tepatnya hingga minus 10 derajat Celcius. Dilengkapi dengan lensa 26mm F2,8, HX-A1 mampu menghasilkan gambar dengan sudut yang lebar. Daya rekam video kamera ini pun terbagi menjadi Full HD 1080p hingga mode slow-motion 480p pada 120fps. Harga Rp 3,5 juta. Cek harga terbaru atas berbagaikamera video dari Panasonic.

Garmin Virb XE
Garmin menggebrak dengan sekaligus meluncurkan dua seri action camera, Virb X dan Virb XE, yang memiliki kemampuan tahan air sampai kedalaman hingga 50 meter. Di antara keduanya, Virb XE mempunyai fitur tertinggi, mampu merekam video high definition (HD) dengan pembagian kualitas 1080p pada kecepatan 60 fps, 960p pada 100 fps, 720p pada 120 fps, dan 480p pada 240 fps. Action camera ini dilengkapi dengan microphone built-in, slot microSD, serta pilihan konektivitas melalui Bluetooth 4.0, Wi-Fi, dan USB 2.0. Harga Rp 4,5 juta. Cek harga terbaru atas Garmin Virb Elite.

GoPro Hero4 Black
Tak lengkap daftar ini tanpa membicarakan suksesor dari GoPro Hero3+ ini. Kini dilengkapi fitur yang lebih canggih, yaitu kemampuan merekam video dengan kualitas 4K (3840x2160 pixel) HD dengan kecepatan 30fps, GoPro Hero4 Black juga masih bisa merekam gambar dengan kualitas 1080p pada kecepatan 120fps atau kualitas 720p pada kecepatan 240fps, yang akan menciptakan gambar dengan mode slow-motion sehingga memberikan efek dramatis. Lensa yang diusungnya pun terbilang super lebar, yaitu 15mm F2,8. Masih mengandalkan desain persegi, kamera ini berdimensi 41x59x30mm sehingga cukup simpel untuk dipasang di helm, setang sepeda atau sepeda motor, serta dashboard mobil. Harga Rp 6 Juta.
Dengan perlahan namun pasti, Sony konsisten untuk merangsek ke ranah action camera. Melalui seri X1000VR, Sony percaya diri untuk bermain di pasar high end. Dari segi desain, Sony mempertahankan tradisinya dengan memilih bentuk semi silinder dan persegi. Melalui dimensi 24,4x51,7x88,9mm dan berat 114gr, action camera ini dipersenjatai lensai 17mm F2,8 sehingga sudut pandang super lebar yang dihasilkannya mencapai 170 derajat. Kemampuan videonya mencapai kualitas 4K (3840x2160 pixel) pada 30fps hingga mode slow-motion 420p pada 120fps. Kamera ini pun sudah dilengkapi dengan GPS, Wi-Fi, dan Bluetooth. Harga Rp 7,9 juta.
Sumber: Starprice
StarPrice.co.id situs perbandingan harga terlengkap

Kamis, 12 Februari 2015

Bisnis teknologi memang dinamis. Perubahan sangat cepat sekali, sehingga jika tak bisa berinovasi, maka hancurlah mereka. 

Faktor terlambat berinovasi dan terlalu sayang pada produk sendiri kerap menjadi faktor utama sebuah raksasa teknologi dikalahkan oleh perusahaan 'rising star' yang terbuka akan perubahan.
Korbannya pun beragam, mulai dari produsen gadget hingga penyedia layanan digital yang sempat berjaya pun akhirnya jatuh. Berikut tiga perusahaan teknologi dunia ternama yang sempat bangkrut setelah memperoleh zaman keemasannya.


Wang Laboratories  adalah perusahaan kalkulator terkenal yang bercabang ke pengolah kata elektronik. Perusahaan ini menandai kejayaanya pada tahun 1970-an. 
Wang mengembangkan pengolah kata sistem operasi canggih untuk mencocokkan hardware pada saat itu. Bahkan, Wang sempat mengaku lebih inovatif ketimbang IBM, salah satu raksasa teknologi 'uzur' yang sampai sekarang masih bertahan.

Perusahaan tertinggal ketika teknologi mengambil lompatan besar ke depan. Ketika itu IBM membuat PC yang jauh lebih baik ketimbang sistem operasi Wang, mengandalkan penggabungan banyak aplikasi di satu perangkat.

Wang pun mencoba untuk bangkit, tetapi keputusan Wang untuk memproduksi perangkat lunak pengolah kata yang terintegrasi pada PC terlambat. Wang akhirnya bangkrut di tahun 1992.


Kodak - Lebih dari satu abad lalu, Kodak hadir dan memperkenalkan fotografi ke masyarakat di dunia melalui produknya. Bahkan, Neil Amstrong pernah menggunakannya saat menginjakkan kaki di bulan pada tahun 1969.

Namun sayangnya, perusahaan ini gagal lantaran tak bisa beradaptasi dengan perubahan yang begitu cepat. Apalagi kalau bukan mengikuti tren digital.
Dalam beberapa tahun terakhir, pimpinan perusahaan gagal memulihkan keuntungan tahunan. Kas yang terus terkuras membuat Kodak kesulitan memenuhi kewajibannya terhadap karyawan dan pensiunannya.

Namun, kini Kodak berusaha bangkit kembali mengejar ketertinggalan. Salah satunya dengan memproduksi smartphone.

Napster - Jika sering mendengar fakta tentang industri musik yang saat ini sedang terpuruk, mungkin Napster adalah salah satu yang bisa disalahkan.

Melalui layanan peer-to-peer, Napster menawarkan cara baru untuk berbagi musik. Napster memungkinkan penggunanya mendownload musik dari pengguna lain dengan mudah. Layanan ini membuat tingkat pembajakan musik makin besar dan merugikan industri musik pada saat itu.
Dalam waktu kurang dari setahun, pengguna Napster sudah melewati 25 juta dan naik menjadi 70 juta pada tahun 2001.

Pada tahun 2000 Napster ditutup karena tuntutan dari kalangan industri musik dan film, memaksa Napster mengubah model bisnis dan menghentikan fasilitas sharing-nya. Pada akhirnya, Napster dinyatakan bangkrut pada bulan Juni 2002.
Namun industri musik dan film belum bisa benar-benar pulih hingga saat ini.