Daihatsu Kembangkan Teknologi Ramah Lingkungan

Perubahan iklim global  merupakan isu yang menjadi sorotan dunia. Salah satu masalah yang paling menjadi perhatian adalah pemanasan global. Pemanasan global adalah peningkatan bertahap suhu rata-rata atmosfer bumi.  Peningakatan suhu ini  bertanggung jawab atas berbagai fenomena yang menyebabkan bahaya serius, termasuk pola cuaca yang tidak normal, kekeringan, dan penyebaran penyakit menular. Penyebab utama dari fenomena ini dikatakan apa yang disebut "gas rumah kaca" utama di antaranya adalah karbon dioksida (CO2).
Peningkatan gas CO2 terjadi karena gaya hidup kita. CO2 dilepaskan ketika bahan bakar seperti minyak dan batubara yang terbakar. Kita membakar bahan ini di dalam kehidupan sehari-hari setiap kali mandi, menggunakan elektronik atau mengendarai mobil. Selain itu, volume gas CO2 dalam jumlah besar juga berasal dari industri, salah satunya industi otomotif. Selain menghasilkan gas CO2 dalam produksinya, produksi mobil juga menggunakan sumber daya- sumber daya langka sebagai bahan baku produksi. Kedua hal tersebut merupakan kondisi yang berpengaruh terhadap kondisi lingkungan. Dengan demikian, semua Mobil di seluruh dunia, memikul tanggung jawab yang penting dalam perjuangan melestarikan lingkungan, bekerja keras untuk mengembangkan kendaraan hemat bahan bakar dan rendah emisi CO2.

Daihatsu sebagai salah satu produsen otomotif juga menghasilkan gas CO2 dan menggunakan sumber daya langka dalam proses produksinya. Daihatsu juga membakar CO2 ketika memproduksi produk-produknya, dan ketika kita menditribusikan produk tersebut dealer penjualan. Daihatsu juga bertanggung jawab memberikan solusi untuk keberlangsungan kehidupan yang lebih baik.

Untuk menjawab tantangan dan tanggung jawab tersebut, Daihatsu berusaha untuk terus  mengembangkan teknologi-teknologi hijau yang ramah lingkungan. Dalam rangka menjaga sumber-sumber daya langka Daihatsu menerapkan sistem produksi yang dikenal dengan sebutan SSC (Simple, Slim, and Compact).  Dengan sistem tersebut Daihatsu berusaha untuk mengurangi jumlah emergi yang digunakan dan gas CO2 yang dihasilkan selama proses produksi.

Disamping itu, Daihatsu juga membuat inovasi untuk terus mengurangi berat dan ukuran dari kendaraan yang diproduksi. Inovasi tersebut bertujuan agar proses produksi yang dihasilkan  lebih ramah terhadap lingkungan. Terakhir, Daihatsu juga menghasilkan inovasi Eco-Idle System. Teknologi tersebut kini sudah terpasang pada Mira e:S di Jepang. Teknologi Eco Idle pada Mira e:S merupakan teknologi mobil yang bisa mematikan mesinnya sendiri guna menghemat bahan bakar saat kecepatan dibawah 7Km/Jam. 
Eco-Idle merupakan terobosan untuk menghemat komnsumsi bahan bakar, saat kecepatan kendaraan berkurang jelang berhenti hingga berhenti. Saat berhenti, konsumsi energi dan bahan bakar yang dikurangi. Saat mobil berhenti, mesin berada dalam kondisi mati. Tetapi sistem audio, navigasi, dan AC tetap menyala. Dengan sistem ini, Daihatsu memberikan efisiesi penggunaan bahan bakar.

Dengan beragam inovasi yang dibuat, Daihatsu berusaha menghadirkan mobil yang ramah lingkungan. Karena Daihatsu percaya, mobil ramah lingkungan adalah kendaraan yang sejak awal produksi hingga tahap akhir  ramah terhadap lingkungan.