Travel Highlight Tribe Unique in the World

Travel Highlight In The World
 Travel Highlight Tribe Unique in the World - Travel Highlight Suku Unik di Dunia

  • Suku di Nigeria Punya Tradisi Mencuri Istri
 In Gall - Nigeria punya suku dengan tradisi unik. Suku Wodaabe Fula di sana punya tradisi mencuri istri! Bagaimanakah ceritanya ada tradisi semacam ini?
 
Adalah Gerewol Festival, festival yang diadakan Suku Wodaabe Fula di Nigeria. Di festival ini, mereka berkompetisi untuk mencuri istri orang lain. Biasanya, Festival Gerewol dilakukan di area In Gall, barat laut Nigeria.

Suku Wodaabe dibagi menjadi 15 kelompok garis keturunan. Keturunan inilah yang menentukan kepada siapa mereka menikah.

Sejak kecil, Suku Wodaabe memang telah dinikahkan berdasarkan tradisi. Pernikahan pertama mereka telah ditetapkan sejak kecil dan harus di antara sepupu yang seumur.

Barulah begitu dewasa mereka mencari wanita lain untuk dijadikan pendamping hidup sungguhan. Wanita-wanita ini tentulah wanita yang telah dijodohkan dengan pria lain. Karena itulah, festival ini disebut mencuri istri.

  • Suku Unik, Kuping Panjang Sampai Gelang Leher
Samarinda - Beda suku, beda lagi tradisinya. Pandangan suku tersebut terhadap wanita cantik pun berbeda-beda. Ada yang berdasarkan panjang kupingnya, ada juga yang berdasarkan banyaknya gelang di leher sang wanita.

Cantik itu relatif, begitu yang banyak orang bilang. Namun bagi suku-suku ini, kecantikan wanita tidak dilihat dari parasnya. Dihimpun detikTravel, Kamis (4/9/2014), Suku Dayak Kenyah di Kalimantan.
TiketPesawatPromo
 Mau Booking Tiket Pesawat dan Dapatkan Komisinya hanya disini : KLIK DISINI
  • Suku Inuit Tinggal di Ujung Utara Bumi
 
 Artik - Di tengah lautan es Artik nan terpencil dan dingin, tinggal sebuah suku yang ada di sana selama ratusan tahun. Dikenal dengan nama Eskimo, Suku Inuit bisa jadi satu-satunya kelompok manusia yang tinggal di ujung bumi.

Kutub Utara bisa dibilang merupakan ujungnya Bumi. Tempat paling ekstrem untuk ditinggali. Mulai dari cuacanya yang seakan musim dingin abadi, hingga sulitnya mencari makanan. Namun di tengah kawasan Artik yang seakan tidak berpenghuni itu, tinggalah sebuah suku bernama Inuit atau yang biasa dikenal dengan Eskimo.

Tak disangka, suku ini jumlahnya mencapai jutaan. Ada sekitar 4 juta orang yang hidup di tempat super dingin ini. Mereka menggantungkan kehidupan dengan cara berburu. Beberapa hewan yang diburu untuk keperluan makanan mereka adalah anjing laut, ikan paus, rusa atau burung yang sedang lewat untuk migrasi.

Banyak kandungan yang tak terduga dari para hewan ini, demikian ditengok dari BBC, Kamis (4/9/2014). Kandungan vitamin C di ikan paus narwhal setara dengan yang dimiliki buah jeruk. Dari sinilah para Suku Inuit bisa bertahan hidup dan terus memiliki keturunan hingga kini.

Satu hewan yang jadi teman baik mereka adalah anjing husky. Mereka membantu para manusia berburu, mengangkut hasil buruan, dan menjadi sensor terbaik dalam hal mengenal ketebalan es. Dengan begini, kecelakaan karena terperosok ke dalam es tipis bisa dihindari.

Selama setahun, suku ini hanya bisa melihat matahari secara cerah selama 13 menit, di hari ke 13 pada pukul 13.00. Selain itu, pemandangan gelap gulita seperti malam, atau sore menjelang malam.

Kehadiran matahari yang sebentar ini bukan hanya jadi harapan bagi para Suku Inuit. Tapi juga tanda perubahan musim. Dengan hadirnya matahari, berarti dimulai juga musim berburu, sebelum musim dingin menerpa.

Suku yang tinggal di sekeliling es ini memiliki rumah yang unik. Rumah Igloo namanya. Berbentuk setengah lingkaran, dengan pintu kecil maju ke depan, rumah ini terbuat dari es dan salju. Terasa dingin jika dibayangkan. Namun ini jauh lebih hangat dibanding harus berada di luar dengan angin dingin menusuk. Karena udara di sana dinginnya bisa mencapai -20 derajat Celcius.

Namun dengan berubahnya musim, serta pemanasan global, suku ini bisa-bisa dalam ujung tanduk. Lantaran, hewan-hewan buruan mereka tidak lagi singgah di sana. Bisa jadi karena es yang mulai meleleh, bisa jadi karena banyak yang tidak sampai karena gagal. Jika sudah begitu, dari mana suku ini bisa bergantung dalam urusan makanan? 
  • Suku Maori di Selandia Baru: Gosok Hidung 
 
Tiap suku punya tradisi uniknya masing-masing, seperti yang ada pada Suku Maori di Selandia Baru. Suku ini punya kebiasaan menggosok hidung saat bertemu dengan orang sebagai cara berkenalan. Unik!

Dari situs Suku Maori, tradisi menggosok hidung di suku ini disebut hongi. Hongi bisa dibilang merupakan cara Suku Maori dalam menyapa orang yang baru bertemu.

Pertama-pertama, orang Suku Maori akan mengajak Anda berjabat tangan. Setelah itu, mereka akan mengajak Anda mendekatkan hidung. Di sinilah saatnya menggosokkan hidung.

Tradisi hongi dilakukan Suku Maori kepada siapa saja yang ditemui, termasuk Pangeran William dan Kate Middleton. Saat berkunjung ke Selandia Baru, keduanya disambut oleh Suku Maori. Sontak pasangan ini diajak melakukan hongi.

Selain hongi, masih ada lagi tradisi unik lain yang bisa wisatawan pelajari dari Suku Maori. Suku ini memiliki tradisi menari untuk menyambut tamu yang disebut haka.

Haka menceritakan tentang semangat Suku Maori dalam peperangan. Karena itulah, tarian ini juga biasa disebut sebagai tari perang.

Biasanya, saat haka dipertunjukkan, hampir seluruh orang Suku Maori akan ikut menari bersama. Seolah berpesta dan memiliki semangat yang sangat membara, semuanya berputar dan menari beramai-ramai.

Tatonye Kocak Ye di Bokong..haha :p
Ada lagi yang khas dari Suku Maori, yakni tato. Dalam kepercayaan Suku Maori, laki-laki bebas melakukan apapun dengan tubuhnya, termasuk mentato anggota tubuh.

Biasanya, mereka akan mentato bagian pipi, dagu, hidung, dan dahi. Bukan cuma itu, bagian bokong dan paha juga ikut ditato.

Usut boleh usut, tato ternyata dijadikan sebagai penanda status, bukan sekadar penghias. Tato yang ada di tubuh dijadikan sebagai status sosial dalam lingkungan. 


  • Suku Sentinel adalah suku paling terisolasi di dunia

North Sentinel Island adalah pulau kecil di tengah Samudera Hindia. Di sana diyakini terdapat suku paling terisolasi di dunia. Mereka tak mau bertemu orang luar dan sampai-sampai helikopter yang mendekat akan dipanah!

North Sentinel Island merupakan salah satu pulau kecil dari 572 pulau di Kepulauan Andaman. Lokasinya berada di Teluk Banggala, Samudera Hindia yang membentang luas dari wilayah India sampai Myanmar. North Sentinel Island dihuni oleh Suku Sentinel.

Sebuah lembaga pemerhati suku-suku di dunia, Survival International mengklaim kalau Suku Sentinel adalah suku paling terisolasi di dunia. Dalam penelusuran detikTravel dari berbagai sumber, hal tersebut tak lepas peristiwa Angkatan Laut India yang datang ke North Sentinel Island tahun 2004 silam.

Ketika itu, tsunami dahsyat dari Aceh ikut menyapu Samudera Hindia. Pemerintah India pun bergegas memberikan bala bantuan, termasuk ke pulau-pulau kecil yang ada di sekitar negaranya, termasuk North Sentinel Island.
Kala itu, helikopter dari Angkatan Laut India terbang ke atas kawasan North Sentinel Island untuk memberikan bala bantuan seperti makanan dan pakaian. Kemudian yang terjadi sungguh di luar dugaan. Beberapa Suku Sentinel berlarian mengejar helikopter sambil memanahnya!

Mereka menolak kedatangan helikopter dari Angkatan Laut India. Bahasa tubuhnya seolah berkata mereka tak butuh bantuan, pergi dari sana sekarang. Angkatan Laut India tak mau ambil risiko. Mereka menjauh dan meninggalkan North Sentinel Island.

Menengok jauh ke belakang, peristiwa penolakan kedatangan orang luar ke North Sentinel Island sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam. Sejarah mencatat, tahun 1896 seorang narapidana tak sengaja terdampar ke pulau tersebut. Setelah ditemukan, tubuhnya banyak anak panah dan tengkoraknya putus.

  • Suku Khalasha di Pakistan yang berwajah Eropa
 Di Chitral, Pakistan, ada suku cinta damai yang memiliki wajah unik. Alih-alih berwajah seperti India, mereka berwajah campuran bule, seperti orang Eropa. Dari mana asalnya?

Terlepas dari konflik yang ada di Pakistan, mari tengok salah satu suku unik yang ada di sana. Berada di Distrik Chitral, Provinsi Khyber-Pakhtunkhwa, Pakistan, hidup sebuah suku bernama Kalasha yang jumlah penduduknya sekitar 3.000 orang.

Suku yang tinggal di desa pedalaman yang sulit dijangkau ini memiliki wajah yang unik yaitu seperti bule Eropa. Mereka berwajah demikian karena memang memiliki keturunan Eropa.

Dahulu, pasukan Iskandar yang Agung (Alexander the Great) mendatangi kawasan ini, dan mengawini para wanitanya. Tak heran jika ada keturunannya yang berwajah Kaukasian. Wajah 'bule' ini masih ada sampai sekarang, dan menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan.
 
Selain wajahnya yang kebarat-baratan, masyarakat suku Kalasha juga punya cara hidup yang santai dan menyenangkan. Tidak ada peperangan antar suku atau agama, mereka lebih memilih hidup dalam damai, kehangatan, dan kebahagiaan.

Mereka percaya akan berkat yang diberikan oleh arwah para leluhur. Di desa, terdapat beberapa altar persembahan untuk para arwah suci tersebut. Sedangkan untuk menjaga kesucian tanah, para wanita yang sedang haid dan hamil tidak boleh berada di desa, melainkan diasingkan di tepian desa dalam sebuah rumah.

Memiliki banyak pikiran positif, para wanita ini tidak merasa diasingkan. Karena, menurut mereka, 'pengasingan' ini adalah waktu yang tepat untuk bersantai. Di sana, mereka mengobrol, bergosip dan bercanda sepanjang waktu. Tak ada yang merasa dirugikan!

Seperti kebanyakan suku asli, mereka juga banyak mengadakan festival. Dalam festival, mereka memakai pakaian adat yang terbaik. Juga, menghabiskan waktu bersenang-senang seperti menari dan menyanyi bersama, atau berbincang hingga larut malam.

Karena sudah makin panjang garis keturunannya, kini tidak semua anak berwajah Eropa. Namun, masih ada kemungkinan gen yang diturunkan oleh orangtua mereka. Andapun masih bisa melihat sendiri perpaduan Eropa di Asia.

  • Suku Kamoro di Papua
 
Tuhan memang menciptakan manusia di dunia bersuku-suku dan berbeda, agar kita bisa saling mengenal. Bagi sebagian wisatawan, bertemu suku-suku unik saat traveling adalah pengalaman tiada duanya. Anda perlu mencoba juga.

Indonesia saja, yang merentang panjang dari Sabang sampai Merauke, punya ratusan suku-suku dengan keberagaman adat istiadat, budaya dan kebiasaan. Dalam istilah Antropologi kita mengenal ethnic, kelompok manusia yang mengidentifikasi diri mereka karena kesamaan leluhur, sosial, budaya dan bangsa.

Papua misalnya, ada banyak suku di sana. Korowai, Dani, Kamoro, dan lain-lain, mereka walaupun dalam satu pulau tapi berbeda produk budayanya. Turis-turis asing rela-rela jauh menjelajah ke jantung Papua hanya untuk menikmati Festival Lembah Baliem yang terkenal.

Namun lokasi paling ekstrem tentu saja Suku Inuit di Kutub Utara, dulu orang menyebut mereka Eskimo. Malahan ada Suku Sentinel yang paling terisolasi di Kepulauan Andaman. Mereka tidak suka orang asing, helikopter mendekat saja mereka panah.

Ada suku di dunia yang terkenal karena punya budaya tato. Tato-tato di negara lain mungkin tidak ada apa-apanya dengan tato Mentawai dan Dayak, karena bukan tato sembarangan, melainkan menyimpan makna luhur dan sangat penting dalam status sosial.

Keunikan suku-suku juga bisa dilihat dari tradisinya. Suku sasak membersihkan rumah dengan kotoran kerbau, bukan karena tidak tahu kebersihan, tapi begitulah mereka memperkuat lantai. Suku Maori di Selandia Baru, berkenalan dengan cara saling menggosok hidung, unik bukan?

Ada juga yang punya sistem sosial yang unik, seperti Suku Musuo di Tiongkok yang mana para perempuannya berkuasa atas laki-laki. Keren kan?

Nah, mengunjungi suku-suku unik ini tentunya butuh kiat tersendiri. Yang penting adalah sikap respek yang tinggi kepada mereka. Jika ingin petualangan yang seru, berkunjung ke tempat suku-suku unik dijamin akan memberikan pengalaman yang tidak terlupakan. 

  • Suku di Kenya yang Punya Pelari Tercepat di Dunia
Di Provinsi Lembah Rift, Kenya, hiduplah sebuah suku yang bernama Kalenjin. Dengan penduduk sebanyak sekitar 5 juta orang, Kalenjin termasuk dalam kategori suku yang besar.

Suku ini memiliki sifat semi nomaden dan percaya dengan arwah leluhur. Satu hal yang menarik perhatian dunia yaitu kemampuan mereka berlari dengan sangat cepat.

Menurut data dari jaringan radio internasional NPR, ada 17 orang Amerika yang bisa berlari di bawah 2 menit 10 detik. Namun, ada 32 orang Kalenjin yang bisa lebih cepat dari itu. Bayangkan!

Dalam banyak kejuaraan lari tingkat dunia, orang Kenya, terutama suku Kalenjin memenangkan lomba. Pemenang pertama sampai keempat kebanyakan berasal dari suku tersebut.

Lalu, kira-kira apa yang membuat suku ini bisa berlari lebih cepat? Selain karena bentuk kakinya yang ramping dan tinggi, ada juga pengaruh dari faktor tradisi. Suku ini juga memiliki tradisi sunat. Bedanya, sunat di sana sangat menyakitkan.

Bagi anak laki-laki, proses sunat biasanya berlangsung saat mereka berumur belasan tahun. Mereka harus telanjang, jalan merangkak dan kelaminnya dibungkus oleh daun beracun. Itu baru pemanasan saja.
Travel Tempatnya Surga Indonesia yaitu di Raja Ampat - Papua

Layanan Konsumen : Phone +62 21 36771661 & Email: rumahtravel@gmail.com

http://www.rumahtravel.co.id/  Facebook Owner Rumah Travel

TiketPesawatPromo
 
world tour booking flights and hotels
Travel Indonesian
Bisnis Tiket Pesawat Di Rumah